Minggu, 23 Desember 2012

KRITERIA KEPRIBADIAN YANG MATANG


Terdapat 7 kriteria kematangan menurut Allport tentang sifat-sifat khusus dari kepribadian sehat :

1. Perluasan Perasaan Diri

Ketika orang menjadi matang, dia mengembangkan perhatian-perhatian di luar dirinya tetapi tidak cukup hanya berinteraksi pada seseorang saja, orang harus menjadi partisipan yang langsung dan penuh. Orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas. Semakin seseorang terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas atau orang, maka dia semakin sehat secara psikologis serta diri menjadi tertanam dalam aktivitas yang penuh arti dan aktivitas ini menjadi perluasan perasaan diri.

2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang lain

Allport membedakan 2 macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain: kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner dan teman akrab, ini adalah suatu perasaan perluasan diri yang berkembang dengan baik. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
Perasaan terharu adalah pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Sebagai hasil dari kapasitas untuk perasaan terharu, kepribadian yang matang, sabar terhadap tingkah laku orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya. Orang yang sehat menerima kelemahan orang lain dan mengetahui bahwa dia memiliki kelemahan yang sama.

3. Keamanan Emosional

Sifat dari kepribadian yang sehat meliputi penerimaan diri, yakni, mampu menerima semua segi dari mereka, termasuk kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan dan kekurangan. Kepribadian yang sehat mengontrol emosinya sehingga tidak menganggu aktivitas antar pribadi, bukan merupakan represi tetapi diarahkan kembali ke dalam saluran-saluran yang lebih konstruktif.
Orang-orang yang matang tidak dapat begitu sabar terhadap kekecewaan, tidak dapat begitu menerima diri, atau tidak dapat begitu banyak mengontrol emosi mereka, jika mereka tidak merasakan suatu perasaan dasar akan keamanan.

4. Persepsi Realistis

Orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif sedangkan orang neurotis harus mengubah realitas sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan ketakuatn mereka sendiri. Orang yang sehat menerima realitas sebagaimana adanya.

5. Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas

Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen dan keterampilan-keterampilan.

6. Pemahaman Diri

Pengenalan diri yang memadai menuntut pemahaman tentang hubungan atau perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Semakin dekat gagasan tersebut, maka individu juga semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif.

7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan

Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang serta mempunyai perasaan akan tujuan, tugas untuk bekerja sampai selesai, memberi kontinuitas bagi kepribadian mereka. Allport menekankan bahwa nilai sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan.
Suara hati juga berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dan tidak matang atau neurotis. Suara hati yang tidak matang sama seperti suara hati anak-anak, yang patuh dan membudak, penuh dengan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan yang dibawa sejak masa kanak-kanak sampai masa dewasa. Suara hati yang matang adalah suatu perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau nilai-nilai etis.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar